Memahami Mutu
Memahami Mutu
QAInteraktif: rekaide(at)yahoo(dot)com
Memahami Mutu
Tentunya sebelum
lebih jauh membahas Manajemen Mutu kita harus sepakat apa definisi “Mutu” dalam
konteks ini. Untuk menyederhanakan, mengapa suatu produk atau jasa bisa disebut
bermutu? Perhatikan baik-baik ilustrasi berikut ini:
“Saya
membeli ponsel pintar merek ‘X’ berdasarkan berbagai pertimbangan, rekomendasi,
dan fitur yang sangat lengkap dan handal. Secara obyektif produk tersebut bisa saya
katakan ‘Bermutu’. Namun apabila ponsel pintar merek ‘X’ tersebut dinilai dari
sisi manajemen mutu maka akan diperlukan berbagai variabel penilaian tambahan
agar dapat disebut bermutu.
Manajemen
Mutu menyediakan sebuah perangkat penilaian yang telah terstruktur yang
dibakukan sebagai Sistem manajemen Mutu. Bukan sekedar menilai dari sisi output
produk namun secara lengkap mengkaji dari hulu ke hilir. Jadi, agar produk
ponsel pintar ‘X’ tersebut bisa dikategorikan bermutu, harus dievaluasi dari sisi
konteks legalitas produsen ponsel tersebut, struktur organisasi, deskripsi
pekerjaan personil beserta tanggung jawab dan kewenangannya; dilanjutkan ke
proses perencanaan produksinya, berbagai faktor pendukung produksi; kemudian operasional
yang sesuai dengan perencanaanyang meliputi prosedur legalitas bahan produksi, persyaratan
tenaga kerja sesuai hukum berlaku, kelengkapan 5M operasional, hingga berbagai
rekaman mutunya; ditutup dengan siklus evaluasi dan peningkatan
berkelanjutan dari sistem manajemen mutu yang telah dibangun dan
diimpementasikan.
Jadi,
bila ada satu syarat, misal, penggunaan bahan produksi ilegal atau tenaga kerja
di bawah umur maka produk ponsel pintar merek ‘X’ tersebut gagal memenuhi
syarat sebagai sebuah produk “Bermutu.” Sampai di sini pasti lebih jelas
mengenai konsep ini.
Terdapat 7 (tujuh) prinsip manajemen mutu yang harus dijalankan, yaitu sebagai berikut:
- Fokus kepada pelanggan (Customer Focus)
- Kepemimpinan (Leadership)
- Keterlibatan orang (Engangement of People)
- Pendekatan Proses (Process Approach)
- Perbaikan (Improvement)
- Pengambilan keputusan berdasarkan bukti (Evidance Based Decision Making)
- Manajemen Hubungan (Relationship Management)

Komentar
Posting Komentar