Interpretasi ILAC G17 2002




DOKUMEN

Dokumen ini berisi interpretasi personal penulis atas pernyataan dan eviden terkait 

Pengenalan Konsep Ketidakpastian Pengukuran
Dalam Pengujian yang Berhubungan dengan
Penerapan ISO/IEC 17025

untuk
Akreditasi Laboratorium Pengujian
[KODE DOKUMEN]



Konsultasi QAInteraktif: rekaide(at)yahoo(dot)com











DAFTAR ISI
PEMBUKAAN
TUJUAN
PENERBITAN
1.      Ketidakpastian Pengukuran dalam ISO/IEC 17025
2.      Definisi
3.      Faktor yang Berkontribusi terhadap Ketidakpastian Pengukuran
4.      Kebijakan Implementasi Konsep Ketidakpastian
5.      Panduan Implementasi
6.      Daftar Pustaka


  

PEMBUKAAN
Laboratorium pengujian LP menyadari bahwa pengetahuan terkait ketidakpastian pengukuran dari hasil pengujian secara prinsip penting bagi laboratorium, pelanggan, dan semua institusi yang menggunakan hasil pengujian tersebut sebagai bahan perbandingan.
Laboratorium pengujian LP memahami kinerja metode pengujian yang diadopsi serta ketidakpastian yang berhubungan dengan hasil pengujian. Ketidakpastian pengukuran sangat penting sebagai ukuran kualitas hasil pengujian atau metode pengujian.Ukuran-ukuran lainnya adalah kemampuan direproduksi, diulang-ulang, kuat dan selektif.
Laboratorium pengujian LP memudahkan pelanggan memahami layanan Laboratorium pengujian LP agar dapat memanfaatkannya dengan baik. Laboratorium pengujian LP telah terakreditasi dan mengembangkan berbagai prosedur pelayanan pelanggan. Tergantung dari situasinya, pelanggan tertarik pada:
-          Seberapa valid hasil pengujian dan apakah hasil tersebut dapat dilengkapi dengan pernyataan ketidakpastiannya;
-          Mengetahui ketidakpastian apa sajakah pernyataan kesesuaian dapat dibuat terkait dengan produk yang diuji;
-          Apakah laporan pegujian secara faktual benar, bermanfaat dan komprehensif bagi pengguna jasa Laboratorium pengujian LP.
Pelaporan ketidakpastian pengukuran dapat menjadi perhatian utama sebagian pengguna jasa dan otoritas publik yang tidak terbiasa dengan konsep ketidakpastian. Level ketidakpastian yang dapat diterima dibuat berdasarkan kesesuaian tujuan dan dibuat setelah berkonsultasi dengan pelanggan. Keberterimaan ketidakpastian bervariasi.
Pemahaman konsep ketidakpastian pengukuran dalam pengujian telah berubah dalam tahun-tahun terakhir ini. ISO/IEC 17025 memberikan persyaratan khusus terkait estimasi ketidakpastian pengukuran dan cara pelaporannya.

TUJUAN
Dokumen ini menjelaskan cara memperkenalkan konsep ketidakpastian pengukuran. Selama masa implementasi ISO/IEC 17025 tetap dibutuhkan Panduan khusus atas bidang khusus. Harmonisasi penerapan prinsip ketidakpastian pengukuran pengujian antar disiplin ilmu, industri, dan ekonomi tetap menjadi tujuan utama.

PENERBITAN
Publikasi ini dikembangkan oleh komite Technical Accreditation Issues ILAC, dan disetujui untuk diterbitkan oleh Dewan Umum ILAC pada tahun 2001.
1.      Ketidakpastian Pengukuran dalam ISO/IEC 17025
ISO/IEC 17025 menyediakan detil dan informasi yang lebih mendalam terkait ketidakpastian pengukuran dibandingkan pendahulunya, ISO/IEC Guide 25. ISO/IEC 17025 membuka berbagai pendekatan untuk mengestimasi ketidakpastian pengukuran dalam pengujian. Untuk itulah, Laboratorium pengujian LP:
-          menggunakan metode evaluasi yang sesuai;
-          mempertimbangkan berbagai komponen yang dapat mempengaruhi ketidakpastian pengukuran, (setidaknya telah mencoba mengidentifikasi sumber daya dan jika memungkinkan mengestimasinya);
-          melakukan estimasi berdasarkan pengetahuan mendasar dari metode yang digunakan (termasuk, misal, validasi data);
-          menerapkan metode yang dikenal baik untuk menjelaskan batasan-batasan berbagai sumber utama ketidakpastian yang tidak memerlukan tindakan lanjutan dari Laboratorium pengujian LP;
-          menggunakan pengalaman lingkup metode dan pengukuran sebagai acuan;
-          tidak melulu perlu menggunakan kalkulasi yang valid secara statistik maupun metrologis.


2.      Definisi
Menurut “kosakata terminologi dasar dan umum dalam metrologi” internasional, definisi ketidakpastian pengukuran adalah sebuah parameter, yang berhubungan dengan hasil pengukuran, yang menjelaskan sebaran nilai yang dapat mempengaruhi obyek pengukuran. Parameter ini bisa berupa simpangan standar atau bagian lain dari interval yang mengindikasikan suatu jarak tertentu. Laboratorium pengujian LP tidak hanya menggunakan pengukuran tunggal namun juga mempertimbangkan keseluruhan hasil. Dalam hal ini, ketidakpastian pengukuran melibatkan seluruh komponen pengujian. Sebagian dapat diperoleh dengan cara menginterpretasi sebaran hasil statistik dari serangkaian pengukuran. Komponen lain didapatkan dari berbagai metode pelengkap (rencana sampling, pengalaman).

Laboratorium pengujian LP memastikan hasil pengujian menggunakan taksiran yang lain mendekati nilai kebenaran. Efek faktor sistematik dan acak berkontribusi terhadap ketidakpastian pengukuran dari hasil pengujian. Jika memungkinkan ini dieliminasi menggunakan misal faktor koreksi.

3.      Faktor-faktor yang Berkontribusi terhadap Ketidakpastian Pengukuran
Laboratorium pengujian LP mempertimbangkan berbagai faktor yang dapat berkontribusi terhadap keseluruhan ketidakpastian pengukuran (tidak semuanya relevan untuk semua kasus). Sebagian contohnya sebagai berikut:
1.      Definisi obyek ukur
2.      Sampling
3.      Transportasi, penyimpanan dan penanganan sampel
4.      Penyiapan sampel
5.      Kondisi lingkungan dan pengukuran
6.      Personil yang menjalankan pengujian
7.      Variasi dalam prosedur pengujian
8.      Instrumen pengukuran
9.      Standar kalibrasi atau material referensi
10.  Perangkat lunak dan/atau, secara umum, berbagai metode terkait pengukuran
11.  Ketidakpastian yang muncul dari koreksi hasil pengukuran untuk efek sistematis.

4.      Kebijakan Implementasi Konsep Ketidakpastian
Ketidakpastian pengukuran dipertimbangkan saat prosedur pengujian dan/atau hasil pengujian dibandingkan satu sama lain atau dengan spesifikasi tertentu. Laboratorium pengujian LP menggunakan metode pengujian yang tepat dan konsisten sesuai tujuan berdasarkan pemahaman konsep ketidakpastian pengukuran. Aspek ekonomis penggunaan metode tertentu juga menjadi pertimbangan utama Laboratorium pengujian LP. Sesuai ISO/IEC 17025, Laboratorium pengujian LP melaporkan taksiran ketidakpastian saat dipersyaratkan oleh metode, pelanggan dan/atau jika interpretasi hasil pengujian dianggap terpengaruh oleh kurangnya pengetahuan terhadap ketidakpastian. Dalam hal ini, hasil pengujian dibandingkan dengan hasil pengujian lainnya atau nilai numerik yang tertera dalam spesifikasi. Laboratorium pengujian LP selalu mengetahui ketidakpastian berhubungan dengan pengukuran, baik yang dilaporkan atau tidak.

Implementasi konsep ketidakpastian pengukuran diterapkan sejalan dengan ISO/IEC 17025, kecuali terhadap area teknis yang tidak memungkinkan penerapannya. ILAC dalam hal ini akan mendukung pengembangan dokumen panduan dan contoh yang sudah terbukti berhasil diterapkan.

ILAC menganggap pernyataan ketidakpastian pengukuran dalam laporan pengujian akan menjadi hal lumrah (cek ISO/IEC 17025 5.10.3.1c). Estimasi ketidakpastian pengukuran untuk hasil kualitatif masih perlu panduan lebih lanjut. ILAC saat ini fokus pada pengenalan ketidakpastian pengukuran terhadap hasil pengujian kuantitatif.

5.      Panduan Implementasi
Laboratorium pengujian LP memastikan implementasi konsep ketidakpastian pengukuran sejalan dengan implementasi Standard. Beberapa hal fundamental berikut telah diterapkan:
1.      Pernyataan ketidakpastian pengukuran berisi informasi yang cukup untuk tujuan perbandingan;
2.      ISO/IEC 17025 menjadi dasar pembuatan dokumen dasar namun sektor tertentu perlu diberikan interpretasi seperlunya;
3.      Saat ini hanya ketidakpastian pengukuran dalam pengujian kuantitatif yang dijalankan. Komunitas keilmuan harus mengembangkan strategi penanganan hasil pengujian kualitatif.
4.      Persyaratan dasar dapat berasal dari estimasi keseluruhan ketidakpastian atau identifikasi komponen utama yang diikuti oleh upaya mengestimasi ukuran setiap ketidakpastian dan kombinasi dari ketidakpastian tersebut;
5.      Dasar estimasi ketidakpastian pengukuran menggunakan pengetahuan yang ada. Data eksperimen yang ada dapat digunakan (tabel quality control, validasi, tes round robin, PT, CRM, handbook, dsb.);
6.      Saat menggunakan sebuah metode uji standar terdapat tiga kasus:
-          Saat menggunakan satu metode uji standar, yang memiliki panduan evaluasi ketidakpastian, Laboratorium pengujian LP hanya mengikuti prosedur evaluasi ketidakpastian yang ditentukan dalam standard;
-          Jika Standard menentukan sebuah ketidakpastian pengukuran tipikal terhadap hasil uji, Laboratorium pengujian LP dapat menyadurnya apabila dapat menunjukkan kepatuhan sepenuhnya terhadap metode uji tersebut;
-          Jika Standard secara implisit menyertakan ketidakpastian pengukuran dalam hasil uji maka tidak perlu ada tindakan lebih lanjut.
Laboratorium pengujian LP hanya akan mengikuti informasi terkait ketidakpastian yang diberikan oleh Standard, misal, mengutip keterangan yang berlaku, atau menjalankan prosedur yang berlaku untuk estimasi ketidakpastian. Standard menentukan metode uji yang dikaji berdasarkan estimasi dan pernyataan ketidakpastian hasil uji, dan merevisi sesuai rujukan Standard.
7.      Kedetilan estimasi ketidakpastian berbeda-beda pada berbagai bidang teknis. Laboratorium pengujian LP mempertimbangkan faktor-faktor berikut ini:
-          Logika umum;
-          Pengaruh ketidakpastian pengukuran terhadap hasil (kesesuaian penentuan hasil);
-          Kepatutan;
-          Klasifikasi tingkat kesulitan penentuan ketidakpastian pengukuran;

8.      Pada kasus tertentu, sudah dianggap memadai meski hanya melaporkan kemampuan reproduksinya;
9.      Saat estimasi ketidakpastian pengukuran dibatasi, laporan ketidakpastiannya dibuat sejelas mungkin;
10.  Tidak diperlukan pengembangan panduan baru selama masih ada panduan yang bisa diterapkan

6.      Daftar Pustaka
International Vocabulary of Basic and General Terms in Metrology (VIM) 2nd ed. 1993, ISBN 92-67-10175-1

Guide to the Expression of Uncertainty in Measurement 1993 (revised 1995), ISBN 92-67-10188-9

ISO/IEC 17025:1999 General requirements for the competence of testing and calibration
laboratories

ISO/IEC Guide 25: 1990 General requirements for the competence of calibration and testing laboratories

ISO 5725 (Part 1 – 6):1994 Accuracy (trueness and precision) of measurement methods and results (n.b. Part 5 is 1998)

QUAM:2000.P1, Quantifying Uncertainty in Analytical Measurement, EURACHEM/CITAC Guide, 2000.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

SEJARAH ISO

Manajemen Risiko Berbasis SNI/ISO 9001:2015

CONTOH WORKSHEET - MATRIKS KOMUNIKASI